Cinta & Cinta

Kasih-Sayang, Cinta-Kasih, Love-Love yang Tergugah

  • Arsip

Kotorkah Anak Haram

Posted by a2karim09 pada Juli 2, 2009

Semua orang tahu siapa itu Anak Haram. Anak haram bisa terjadi hasil perselingkuhan yang kebobolan. Akibat perhitungan tanggal yang keliru. Atau akibat sarung pengaman yang kurang berkualitas.

Apapun alasannya, jelas anak haram akan ditimpa cercaan atau ucapan-ucapan yang kurang sehat untuk pendengaran. Menoreh hati. Anak haram tersingkir dan tak layak hidup dalam kehidupan bersama masyarakat umum.

Begitu kotorkah dia hasil percintaan ilegal?. Atau bersihkah kita hasil percintaan yang legal?.
Beradabkah kita dengan merendahkan cucu Adam hasil di luar nikah?.
Sejauh itukah kita menilai sebagai hamba Tuhan yang dimulyakan, sebagai anak dan cucu Adam yang bangga sebagai turunan Nabi, sebagai manusia yang katanya beradab?.
Apakah kita hasil perkawinan legal cukup beradab bila mencerca anak haram?.
Apakah terangkat derajat kita, baik dimata manusia maupun Dimata Tuhan dengan menjauhi kekotoran anak haram?.

Coba kita renung ulang. Kita dari bapak+ibu. Bapak dari Bapak+Ibu & Ibu dari Bapak+Ibu. Dan seterusnya. Mungkin diantara kita, ada yang dipredikat anak haram namun telah sirna dengan tutupan pernikahan.
Pikirkan dengan hati nurani, bukan dengan otak yang sudah terasah. Berpikirlah dengan hati yang dingin, jangan dengan keangkuhan otak.

Aku pernah mendengar cerita dari teman tentang Rasulullah Muhammad saw. Waktu itu beliau sedang bersilahturahmi bersama para sahabat. Begitu usungan jenazah yahudi melewat beliau berdiri. “hai Rusulullah mengapa engkau berdiri”, kata para sahabat. “aku menghormati dia”, kata Rasulullah. “kenapa kita hormati, dia orang yahudi”, kata sahabat lagi. Apa kata Rasullullah, “aku menghormati manusianya”, sambil tersenyum. Para sahabat diam. Saya pikir anda mengerti apa maksud yang diucapkan Rasulullah. Dan bagaimana dengan kita (maaf yang bukan muslem) ?.

Salahkah kita menutup aib seseorang?. Berdosakah kita untuk berdusta dalam upaya menutup keaiban anak haram?.
Dibenarkankah kita membuka aib seseorang, apalagi memaparkannya?. Berpahalakah kita, bila tidak berdusta untuk mengucap si anu itu anak haram?.
Aku pernah diberi pesan, “hai salika jangan kau menghina walau anjing kurap sekalipun”.

Kita tidak bisa berdalih, apapun alasannya; anak haram adalah juga mahluk ciptaan Tuhan yang sempurna. Tak layak kita memojokan anak haram. Lebih bijak kiranya bila kita menutup aib anak haram dengan keikhlasan dan bukan mengharap pahala dari Illahi Rabbi.

Semoga Tuhan Illahi Rabbi menerangi hati kita dari kelalaian dengan Cahaya Kasih NYA.
Tuhan berkati hati kami, agar semua kehilafan berganti dengan Cahaya & Kasih MU
Terima kasih Tuhan atas segala nikmat yang telah KAU berikan; sebelumnya, kini dan yang akan datang.
Amin

Salam

2 Tanggapan to “Kotorkah Anak Haram”

  1. pakacil said

    ya, saya juga sangat tidak senang dengan istilah anak haram itu.
    yg salah orang tuanya, kok ya istilah gak enaknya ditimpakan ke anaknya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s