Cinta & Cinta

Kasih-Sayang, Cinta-Kasih, Love-Love yang Tergugah

  • Arsip

Masihkah Kau Mencintai Ku ?

Posted by a2karim09 pada Juli 12, 2009

Pertengkaran suami-isteri dalam rumah-tangga merupakan romantika kehidupan. Bagai air di lautan. Terkadang tenang, terkadang bergelombang. Hujan sebagai penenang gelombang. Tapi perbedaan suhu dan kelembaban yang menyolok akan penyebab badai. Itu yang terjadi dalam suatu kehidupan yang terikat.

Dibalik tayangan itu, mungkin kita hanya melihat :
–       adanya kecurangan-kecurangan diantara mereka sehingga menyebabkan keretakan, atau
–       adanya ketidak-terbukaan diantara mereka sehingga menyebabkan keretakan, atau
–       adanya ketidak-puasan jasmani atau rohani diantara mereka sehingga menyebabkan keretakan, atau
–       adanya orang ketiga sehingga menyebabkan keretakan, atau
–       adanya pengaruh orang tua menyebabkan keretakan, atau
–       bagaimana cara-cara sang pembawa acara dengan pertanyaan-pertanyaan yang mengikat jawaban, sehingga akhirnya dapat menyatukan kembali kedua insan. Sungguh terpuji upaya RCTI. Juga seperti Termehek-mehek, Tiada yang Abadi.

Seandainya kedua belah pihak mau menyelesaikan dengan hati yang terbuka, pasti ditemukan penyelesaian yang damai. Tapi ini sangat sulit dilakukan. Sehingga diperlukan orang ketiga yang bersifat netral dan dengan niat untuk menyatukan kembali.

Sayangnya sebagian besar, bahkan sebagian besar bersifat memihak. Siapa orang ketiga yang dimaksud?. Orangtua !!!. Memang wajar orangtua untuk memihak kepada anaknya dan tidak pada anak-mantunya. Padahal mereka tidak tahu pasti secara keseluruhan permasalahan yang dipertengkarkan. Si anak masing-masing menyimpan rahasia pribadi dikeduanya yang disembunyikan dari orangtuanya.

Saya punya pengalaman permasalahan rumah tangga dengan mantan-pacar. Seperti yang saya katakan “orang tua” sebagai pihak ketiga. Ternyata keikut-sertaan pihak ketiga, bukannya mendamaikan kami; bahkan menuai badai. Dari sekian pengalaman itu, saya terpaksa agak keras terhadap orangtua saya maupun mertua untuk tidak mencampuri pertengkaran kami. Apapun alasannya mereka pasti memihak ke masing-masing anak. Padahal kami masih saling mencintai. Pertengkaran yang terjadi akibat kasih-sayang yang tergoyah badai. Alhamdulillah, badai mereda, kasih-sayang pun makin mengental.

Pihak ketiga memang diperlukan, namun tidak bersifat memihak. Bahkan lebih bijak berupaya menyatukan kembali. Keberpihakan orangtua tidak juga dipersalahkan, tapi biasanya menjadi kompor pemanas permasalahan.

Tayangan RCTI “Masihkah Kau Mencintai Ku ?, walau …..”, memberi pelajaran positif bagi orangtua yang selalu memihak kepada anaknya. Lihat saja setiap tayangan tsb. orangtua, juga saudaranya menjadi kompor, penambah keretakan kasih-sayang.

Tuhan berkati hati kedua orangtua kami dengan Kasih-Sayang MU
Tuhan dekaplah kedua orangtua kami dalam Surga Kasih-Sayang MU
Tuhan berkati hati kami agar segala permasalahan negatuf berganti dengan Kasih-Sayang MU

A2Karim

6 Tanggapan to “Masihkah Kau Mencintai Ku ?”

  1. alamendah said

    Menurut saya pribadi; tayangan2 seperti itu penuh dengan rekayasa. Bayangkan saja, orang yang lagi bertengkar tiba2 di shoot dengan kamera. Masa dia akan cuek saja. Pasti ada reaksinya.
    So, ini lebih ke arah ‘sinetron’ saja. Kalau di wikipedia saya pernah membaca; dikatakan sebagai Acara Rekayasa Realita!

    • a2karim09 said

      Tims mas infonya bahwa acara tsb rekayasa realita. Menurut saya dibalik rekayasa itu mungkin banyak hikmah yang dapat kita petik. Misal kita sebagai orang-tua menghadapi pertengkaran anak kita dan anak mantu. Tindakan bijak yang bagaimana perlu kita ambil? Saya masih perlu belajar banyak. Sekali lagi trims mas berkenan menengok blog saya. salam

  2. hardi said

    saya mau artikel pembahasan pada tanggal 29 juli 2009
    tolong ya dikirim ke e-mail saya..!!!
    thanks

    • a2karim09 said

      Maaf mas Hardi, artikel posting tgl 29 juli 2009 tidak ditemukan. Sayangnya judul artikel tidak cantumkan. Kalau mau membahas artikel saya dikotak ini saja, tak masalah bagi saya. Saya terbuka aja koq.

  3. […] artikel di atas sebenarnya pernah dimuat sebelumnya dengan judul yang sama “Masihkah Kau Mencintai Ku ?” yang isinya mengulas makna tayangan tsb. Yang jelas mengulas ke-egoan, kecurangan, […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s