Cinta & Cinta

Kasih-Sayang, Cinta-Kasih, Love-Love yang Tergugah

  • Arsip

Spiritual “Sumarah”

Posted by a2karim09 pada September 10, 2009

Kata “sumarah” ada yang berupa “nama seorang perempuan yang tertindas di balik cadar dan jubah-jubah hitam”; ada pula berarti “menunggu sebuah jawaban” (bahasa Jawa); tapi ada pula yang berarti “sabar” (bahasa Jawa Kuno/Kawi). Pengertian mana yang benar, kami tidak menelaah lebih jauh. Kami hanya berpikir semuanya bermakna baik. Dari ketiga pengertian tersebut, kami punya pengalaman tersendiri, yaitu sumarah dalam bentuk spiritual.

Waktu itu kami sebagai sosok Salika. Namun apa yang kami inginkan belum ada yang berkesampaian alias belum ada yang sesuai. Apalagi badai kehidupan yang menerpa waktu itu membuat kami tak berdaya. Kami terus mencari, tapi bukan kepada orang-pintar, melainkan memahami beberapa pelajaran yang bercorak spiritual. Pelajaran apa saja. Apakah yang berwarna islamik, nasrani, hindu-budha atau kebathinan (jawa, kaharingan). Sesekali kami menengadah ke langit (saat menjelang tengah malam) dengan mata berkaca tanpa bahasa berharap kasih-sayang Illahi Rabbi.

Pada suatu saat kami tak mampu lagi menerima terpa’an badai. Kami diam tanpa air mata. “Pa, bapa lagi melamun?”, kata seorang anak muda. “Tidak, aku hanya merenung begitu besar badai yang diterpakan Tuhan kepada kami sekeluarga. Aku tak berdaya ”, jawab kami setelah tersentak dari renungan. Setelah berbincang-bincang sebentar, kami pergi bersama ke rumah seseorang yang katanya bapa-angkatnya. Bapa tsb cukup berumur. Teman kami mengutarakan tentang kondisi kami sekeluarga.

Ringkas kata; Kami belajar memahami kebesaran dan kuasa Illahi Rabbi. Beberapa “suara-miring” mengelilingi kami. Intinya, “hanya ingat Tuhan, tapi bla bla bla”. Kenyataan yang kami hadapi tidak seluruhnya sesuai dengan “suara-miring”. Kami menelisik kitab, ternyata ada “Mata Hati Melihat Hati”, tapi tidak diungkap/dijabarkan secara gamblang. Karena katanya “rahasia”. Di Sumarah, kami menemukan rahasia tsb. Bagaimana cara mengingat Tuhan ala Sumarah?.

Hampir tiap malam kami menengah ke langit tiada batas. Terima kasih ya Rabbi, Kau mengerti segala arti, Kau penuhi kekurangan kami. Badai perlahan berlalu. Cahaya Illahi menerangi kami sekeluarga.
Maha Besar Illahi Rabbi dengan kuasa NYA tiada ruang dan waktu.

Salam,
A2Karim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s