Cinta & Cinta

Kasih-Sayang, Cinta-Kasih, Love-Love yang Tergugah

  • Arsip

Nikah Siri

Posted by a2karim09 pada Maret 22, 2010

“Nikah Siri” pernah dibicarakan baik dimedia elektronik maupun media cetak. Tentunya makna nikah siri tidak asing lagi bagi kita semua. Yang jelas nikah siri tidak mengikuti aturan pemerintah. Maskipun nikah siri dianggap melanggar aturan pemerintah, namun masih saja sebagian masyarakat melakukannya dengan berbagai alasan. Yang penting sah dan halal di mata Tuhan.

Sebelum pemerintah ikut campur dalam pernikahan, pernikahan sebelumnya sah-sah saja. Jauh sebelumnya seperti pernikahan kakek-nenek kita, bahkan jauh sebelumnya juga sah-sah saja dan tetap halal hukumnya. Kenapa sampai pemerintah ikut campur?.

Coba kita baca ulang martabat orang-orang (masyarakat) yang termasuk angkatan kakek-nenek kita dan sebelumnya. Lalu lihat martabat kehidupan masyarakat sekarang. Jauh berbeda bahkan sangat jauh berbeda. Pernikahan (perkawinan) waktu dulu memang sepenuhnya diisi dengan penuh kasih sayang dan merupakan kejadian yang sakral. Waktu kini, kawin cerai seperti kejadian biasa. Kalau sudah suka-sama-suka yaaa nikah. Kalau tidak suka lagi yaaa lebih baik cerai saja.

Mungkin diantara kita ada yang masih ingat tentang “Kamasutra”. Waktu itu bagaimana cara masyarakat bangsawan melakukan hubungan suami-isteri yang penuh kasih sayang dan kejadian itu suatu yang sakral. Harapan yang dinginkan agar turunan mereka menjadi orang baik-baik. Sekarang kamasutra dinyatakan sebagai porno. Karena kamasutra jaman sekarang penuh dengan bumbu penyedap yang berlebihan.

Kembali ke nikah siri. Pemerintah memperhatikan kejadian-kejadian kehidupan di sebagian masyarakat dimana isteri maupun anak-anak menjadi terlantar akibat ulah ego lelaki. Ego lelaki merasa sebagai penguasa rumah tangga bisa berbuat apa saja terhadap isteri dan anak-anaknya. Pemerintah prihatin. Akhirnya pemerintah turun tangan agar hak dan kewajiban sebagai seorang suami, isteri dan anak-anak jelas. Diaturlah dalam aturan pemerintah tentang tata cara pernikahan melalui Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai pernikahan formal.

Salahkah nikah siri?. Tidak bisa disalahkan sepenuhnya. Di mata pemerintah melalui KUA memang benar bila salahkan, tetapi di mata Tuhan tetap bersifat halal. Dari sisi lain, pemerintah perlu membaca ulang “mengapa terjadi nikah siri”, padahal nikah formal tidak memberatkan calon pasangan.

Nikah siri tidak harus dipidanakan (Radar Banjarmasin, Opini; Jumat 19/03/2010, Hal.3). Hendaknya pemerintah berpikir tujuh kali. Hendaknya pemerintah jangan memaksakan kehendak melalui KUA yang melampaui kuasa Illahi Rabbi. Meskipun mereka akhirnya menjadi terpindana, tetapi pernikahan mereka tetap sah dan halal di mata Illahi Rabi. Ini tidak bisa dibantah oleh siapapun.

Nikah siri atau tidak (nikah formal) sebenarnya sama saja. Suami harus bertanggung jawab terhadap kehidupan rumah tangga. Secara agama telah diatur, termasuk hak waris. Keterikatan dua insan dalam pernikahan berkaitan dengan tanggung-jawab mereka terhadap Tuhan nya. Perlu digaris-bawahi bahwa semuanya tergantung dari martabat manusianya.

A2Karim

2 Tanggapan to “Nikah Siri”

  1. reana said

    klo mau cerai gimana ? saya dah 3 bulan minta cerai sama suami (nikah siri ) tapi ngak dikasih..apa ada cara lain..selain ucapan cerai yang jatuhkan suami ..karena saya juga ingin memulai hidup yang baru

    • a2karim09 said

      Kalau memang benar suami berucap “ku cerai kamu” berarti “sudah jatuh talak” secara aturan agama kita (walau tanpa saksi, tapi Allah yang menjadi saksi). Andaikata suami mbak (maaf) tidak mau mencerai padahal ia sudah berucap cerai; dan mbak mau dikumpuli lagi, maka berlakulah hukum zina. Mbak dapat mengadu ke penghulu yang dulu menikahkan untuk mohon pemikiran. Allah tidak menyukai perceraian walau halal hukumnya.
      Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s